Minggu, 10 April 2016

(TUGAS SOFTSKILL)


VIDEO 2
Judul : Masih percaya Media

Pada kali ini saya ingin membahas judul video 2 yang berjudul masih percaya  media. Video ini menceritakan pemilu presiden pada tahun 2014 yang lalu di mana 2 calon presiden tersebut datang dari partai gerindra dan partai PDIP. Partai gerindra mencalonkan Prabowo subianto dan PDIP mencalonkan Joko widodo untuk menjadi presiden. Media televisi sangat berperan penting dalam pemilihan umum kali ini, banyak para calon presiden berkoalisi dengan pemilik media televisi ini.
            Pada pemilu tahun 2014 yang lalu banyak sekali kontroversi pada media televisi lainnya, dimana para rakyat bingung untuk memilihnya antara Prabowo, Jokowi, atau pemilik televisinya, karena banyak perbedaan dukungan dalam pemilu tahun 2014 yang lalu. Pada televisi metro tv yang di pimpin oleh Surya Paloh dari partai nasdem dan berkoalisi dengan partai PDIP. Di metro tv, sosok surya paloh paling banyak berita mengenainya positif, disitu Surya Paloh sebagai ketua umum nasdem dan sekaligus pemilik metro tv tersebut. Sebelum berkoalisi dengan partai nasdem posisi Prabowo dan Jokowi tidak diberitakan mengenainya. Setelah partai nasdem dan PDIP berkoalisi terjadi, pemberitaan Jokowi begitu sangat melesat dan banyak dalam pemilu 2014 tersebut, selain itu Jokowi unggul dalam berita positif yang ada sampai mencapai 90 persen suara, sedangkan prabowo diberitakan tidak seimbang baik jumlah maupun nada pemberitaannya. Sekarang kita lihat di tv one yang dimiliki Aburizal Bakrie, pada pemilu lalu Bakrie menjabat sebagai ketua umum golkar sekaligus pemilik tv one dan antv. Sebelum partai golkar dan gerindra berkoalisi, di tv one Jokowi di dominasi mayoritas pemberitaannya secara negatif, dan sebaliknya Aburizal Bakrie pemberitaannya secara positif, lalu pemberitaan Prabowo di tvone dan metro tv sama sekali tidak ada. Setelah partai golkar dan gerindra berkoalisi, pemeberitaaan prabowo berubah 180 derajat dan banyak pemberitaan secara positif mengenai Prabowo, sedangkan Jokowi paling tertinggi pemberitaan secara negatif. Sekarang kita lihat pada televisi di rcti berubah wajah setelah berkoalisi dengan partai gerindra dengan perubahan pemilik televisinya yakni Harry tanoesoedibjo sebagai pemilik rcti dan global tv. Sebelum berkoalisi dengan Prabowo, Jokowi diberitakan dalam pemberitaanya paling banyak dan tidak sama sekali memuat pemberitaanya tentang Prabowo. Setelah berkoalisi pemberitaan Prabowo dikatrol dengan mengungguli Prabowo dalam semua politik. Sehingga, Jokowi di kalahkan dengan prabowo di rcti dan global tv.
Kesimpulan :
Setelah informasi diatas,pada metro tv, tv one dan antv, dan rcti dan global tv, banyak sekali perbedaan dalam koalisi dan dukungan dalam politik pemilu 2014 yang lalu. Sehingga, menunjukkan pemberitaan di televisi searah dengan pergerakan politik lainnya. Jika saja koalisi bisa berubah dengan kasus-kasus lainnya, bisa- bisa rakyat tak percaya lagi dengan pemberitaan di televisi. Demikian, pembahasan kali ini tentang masih percaya media. semoga tidak di perdayakan oleh televisi lainnya.
Saran :
Jadilah rakyat indonesia untuk berfikir kritis dalam politik di indonesia, agar rakyat indonesia tidak di perdayakan oleh pemberitaan-pemberitaan dan kasus-kasus lainnya yang ada dalam berita politik di televisi. jadilah pengkritik yang positif dalam pengambilan keputusan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar