VIDEO 2
Judul : Masih percaya Media
Pada kali ini saya ingin membahas judul video 2 yang
berjudul masih percaya media. Video ini menceritakan pemilu presiden pada
tahun 2014 yang lalu di mana 2 calon presiden tersebut datang dari partai
gerindra dan partai PDIP. Partai gerindra mencalonkan Prabowo subianto dan PDIP
mencalonkan Joko widodo untuk menjadi presiden. Media televisi sangat berperan
penting dalam pemilihan umum kali ini, banyak para calon presiden berkoalisi
dengan pemilik media televisi ini.
Pada pemilu tahun 2014 yang lalu banyak sekali kontroversi pada media televisi
lainnya, dimana para rakyat bingung untuk memilihnya antara Prabowo, Jokowi,
atau pemilik televisinya, karena banyak perbedaan dukungan dalam pemilu tahun
2014 yang lalu. Pada televisi metro tv yang di pimpin oleh Surya Paloh dari
partai nasdem dan berkoalisi dengan partai PDIP. Di metro tv, sosok surya paloh
paling banyak berita mengenainya positif, disitu Surya Paloh sebagai ketua umum
nasdem dan sekaligus pemilik metro tv tersebut. Sebelum berkoalisi dengan
partai nasdem posisi Prabowo dan Jokowi tidak diberitakan mengenainya. Setelah
partai nasdem dan PDIP berkoalisi terjadi, pemberitaan Jokowi begitu sangat
melesat dan banyak dalam pemilu 2014 tersebut, selain itu Jokowi unggul dalam
berita positif yang ada sampai mencapai 90 persen suara, sedangkan prabowo
diberitakan tidak seimbang baik jumlah maupun nada pemberitaannya. Sekarang
kita lihat di tv one yang dimiliki Aburizal Bakrie, pada pemilu lalu Bakrie
menjabat sebagai ketua umum golkar sekaligus pemilik tv one dan antv. Sebelum
partai golkar dan gerindra berkoalisi, di tv one Jokowi di dominasi mayoritas
pemberitaannya secara negatif, dan sebaliknya Aburizal Bakrie pemberitaannya secara
positif, lalu pemberitaan Prabowo di tvone dan metro tv sama sekali tidak ada.
Setelah partai golkar dan gerindra berkoalisi, pemeberitaaan prabowo berubah
180 derajat dan banyak pemberitaan secara positif mengenai Prabowo, sedangkan Jokowi
paling tertinggi pemberitaan secara negatif. Sekarang kita lihat pada televisi
di rcti berubah wajah setelah berkoalisi dengan partai gerindra dengan perubahan
pemilik televisinya yakni Harry tanoesoedibjo sebagai pemilik rcti dan global
tv. Sebelum berkoalisi dengan Prabowo, Jokowi diberitakan dalam pemberitaanya
paling banyak dan tidak sama sekali memuat pemberitaanya tentang Prabowo. Setelah
berkoalisi pemberitaan Prabowo dikatrol dengan mengungguli Prabowo dalam semua
politik. Sehingga, Jokowi di kalahkan dengan prabowo di rcti dan global tv.
Kesimpulan :
Setelah
informasi diatas,pada metro tv, tv one dan antv, dan rcti dan global tv, banyak
sekali perbedaan dalam koalisi dan dukungan dalam politik pemilu 2014 yang
lalu. Sehingga, menunjukkan pemberitaan di televisi searah dengan pergerakan
politik lainnya. Jika saja koalisi bisa berubah dengan kasus-kasus lainnya, bisa-
bisa rakyat tak percaya lagi dengan pemberitaan di televisi. Demikian,
pembahasan kali ini tentang masih percaya media. semoga tidak di perdayakan
oleh televisi lainnya.
Saran :
Jadilah
rakyat indonesia untuk berfikir kritis dalam politik di indonesia, agar rakyat
indonesia tidak di perdayakan oleh pemberitaan-pemberitaan dan kasus-kasus
lainnya yang ada dalam berita politik di televisi. jadilah pengkritik yang
positif dalam pengambilan keputusan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar