TUGAS 3.1
ALINEA PEMBUKA
Puji syukur
kita panjatkan atas kehadirat Tuhan yang maha Esa, atas rahmat dan karunianya
yang berlimpah dan senantiasa selalu
menyertai seluruh tugas dan tanggung jawab, sehingga saya dapat
menyelesaikan Makalah tentang “Budaya
tradisional jepang” ini sesuai dengan ketentuan dan waktu yang ditentukan walau belum
sempurna. Makalah ini disusun berdasarkan ilmu dan pengalaman yang saya peroleh
selama melaksanakan pembelajaran di sekolah MAN 6 dan disetiap kesempatan yang
ada.
ALINEA ISI
Jepang (bahasa Jepang: 日本
Nippon/Nihon, nama resmi: Nipponkoku/Nihonkoku adalah sebuah negara kepulauan
di Asia Timur. Letaknya di ujung barat Samudra Pasifik, di sebelah timur Laut
Jepang, dan bertetangga dengan Republik Rakyat Cina, Korea, dan Rusia.
Pulau-pulau paling utara berada di Laut Okhotsk, dan wilayah paling selatan
berupa kelompok pulau-pulau kecil di Laut Cina Timur, tepatnya di sebelah
selatan Okinawa yang bertetangga dengan Taiwan.
Jepang merupakan Negara yang di juluki Negara matahari dan Negara bunga sakura,
mengapa demikian? Karena di Negara jepang mayoritas beragama Shinto yang
menyembah matahari sehingga disebut Negara matahari, sedangkan julukan Negara
bunga sakura di berikan karena banyak bunga sakura yang tumbuh si tanah jepang,
bahkan untuk menyambut musim semi sakura orang jepang mempunyai suatu tradisi,
yaitu biasa disebut perayaan hanami (perayaan melihat mekarnya bunga) sebagai
symbol kebahagiaan karena datangnya musim semi, di mana di saat itu bunga
sakura mekar dengan cantiknya. Di setiap budayanya mempunyai arti tersendiri.
Dari zaman jomon sampai zaman hesei sekarang, orang jepan mampu melestarikan
kebudayaannya sendiri.
Kebudayaan Jepang
Jepang yang mempunyai kebudayaan yang unik membuat Negara bunga sakura itu
banyak di kenal masyarakat dunia salah satunya Indonesia. kebudayaan jepang
yang sampai saat ini masih dilakukan dalam berbagai kesempatan misalkan
perayaan hanami, di karenakan masyarakat jepang mencintai kebudayaannya sendiri
dan mau menjaganya. Orang jepang mau memakai pakaian seberat dan setebal kimono
untuk sekedar menghadiri upacara resepsi pernikahan, sekarang kita tahu
bagaimana cintanya warga jepang pada kebudayaannya sendiri. Adakalanya kita
perlu mengetahui seperti apa kebudayaan jepang itu, mungkin dengan mengetahui
beberapa kebudayaan jepang kita bisa sedikit meniru cara melestarikan
kebudayaannya, mungkin bisa saja kebudayaan kita tetap terjaga dan tetap di
lakukan seperti kebudayaan jepang.
beberapa contoh kebudayaan jepang:
1. Acara Tahunan
2. Perayaan hanami
3. Samurai
4. Shogun
5. Baju tradisional jepang
6. Geisha
7. Festival (Matsuri)
8. Sumo
9. Pemandian Umum
10. Musik Tradisional
11. Upacara Minum Teh
2.1.1 Acara Tahunan
Berikut adalah hari libur nasional Jepang dan beberapa yang paling penting
acara nasional tahunan lainnya. Selain itu, ada banyak festival tahunan lokal.
Kami event calendar dapat dimintai untuk tanggal-tanggal.
1. Januari 1 (hari libur nasional)
Tahun Baru (shogatsu): Ini adalah hari libur paling penting di Jepang.
Sementara hanya 1 Januari ditetapkan sebagai hari libur nasional, banyak
perusahaan yang tetap tertutup hingga Januari 3. Informasi lebih lanjut
tersedia pada Tahun Baru halaman.
2. Senin kedua Januari (libur nasional)
Coming of Age (seijin no hi): Kedatangan usia 20 tahun laki-laki dan perempuan
dirayakan pada hari libur nasional ini. Informasi lebih lanjut tersedia pada
Coming of Age halaman.
3. Februari 3
Awal musim semi (Setsubun): Setsubun bukan hari libur nasional, tapi dirayakan
di tempat-tempat suci dan kuil-kuil nasional. Informasi lebih lanjut tersedia
di Setsubun halaman.
4. Februari 11 (hari libur nasional)
Hari Pembentukan Negara (kenkoku kinenbi): Menurut Jepang awal sejarah
mencatat, pada hari ini pada tahun 660 SM Jepang pertama kaisar dinobatkan.
5. Februari 14
Hari Valentine: Di Jepang, wanita memberikan coklat kepada orang-orang di Hari
Valentine. Ini bukan hari libur nasional.
6. Maret 3
Doll’s Festival (hina Matsuri): Gadis juga disebut festival.
7. Maret 14
White Day: Kebalikan dari Hari Valentine: Pria memberikan kue atau cokelat
kepada perempuan. Ini bukan hari libur nasional.
8. Sekitar Maret 20 (libur
nasional)
Eqinox Spring Day (shunbun no hi): Kuburan yang dikunjungi selama seminggu
(ohigan) dari Equinox Day.
9. April 29 (hari libur nasional)
Showa Day (Showa no hi): Ulang tahun mantan Kaisar Showa. Sebelum tahun 2007,
29 April dikenal sebagai Hari Hijau (sekarang dirayakan pada 4 Mei). Hari Showa
adalah bagian dari Golden Week.
10. Mei 3 (libur nasional)
Hari Konstitusi (Kenpo kinenbi): Hari libur nasional mengingat konstitusi baru,
yang diberlakukan setelah perang. Informasi lebih lanjut tersedia di Golden
Week halaman.
11. May 4 (hari libur nasional)
Greenery Day (midori no hi): Hingga 2006, Hari Hijau dirayakan pada tanggal 29
April, mantan Kaisar Showa ulang tahun, karena kaisar cinta untuk tanaman dan
alam. Sekarang dirayakan pada 4 Mei dan merupakan bagian dari Golden Week.
12. 5 Mei (hari libur nasional)
Children’s Day (Kodomo no hi): Anak laki-laki juga disebut festival. Informasi
lebih lanjut tersedia di Golden Week halaman.
13. Juli / Agustus 7
Bintang Festival (Tanabata): Tanabata adalah sebuah festival bukan hari libur
nasional.
14. Senin ketiga Juli (hari libur
nasional)
Ocean Day (umi no hi): Seorang baru saja diperkenalkan hari libur nasional
untuk merayakan laut. Hari menandai kembalinya Kaisar Meiji dari sebuah perahu
perjalanan ke Hokkaido pada tahun 1876.
15. Juli / Agustus 13-15
Obon: Obon adalah sebuah festival untuk memperingati almarhum leluhur.
16. Senin ketiga September (hari
libur nasional)
Penghormatan Orang Lanjut Usia (keiro no hi): Menghormati orang tua dan umur
panjang yang dirayakan pada hari libur nasional ini.
17. Sekitar September 23 (hari libur nasional)
Autum Equinox Day (shubun no hi): Kuburan yang dikunjungi selama seminggu
(ohigan) dari Equinox Day.
18. Senin kedua Oktober (hari libur nasional)
Hari Olahraga dan Kesehatan (taiiku no hi): Pada hari itu di tahun 1964,
Olimpiade dari Tokyo dibuka.
19. November 3 (libur nasional)
Hari Kebudayaan (Bunka no hi):
Satu hari untuk promosi budaya dan cinta kebebasan dan damai. Pada hari budaya,
sekolah dan pemerintah yang dipilih orang untuk penghargaan khusus mereka,
budaya prestasi.
20. November 15
Tujuh-Lima-Tiga (shichigosan):
Sebuah festival untuk anak-anak, Shichigosan bukan hari libur nasional.
Informasi lebih lanjut tersedia di Shichigosan halaman.
21. November 23 (hari libur nasional)
Labour Thanksgiving Day (kansha tidak kinro hi):
Hari libur nasional untuk menghormati tenaga kerja.
22. Desember 23 (hari libur nasional)
Ulang Tahun Kaisar (Tenno tidak tanjobi):
Ulang tahun saat ini kaisar selalu merupakan hari libur nasional. Jika kaisar
perubahan, perubahan hari libur nasional pada tanggal ulang tahun kaisar baru.
23. 24-25 Desember
Natal : Natal bukan hari libur nasional, tetapi dirayakan oleh peningkatan jumlah
Jepang. Informasi lebih lanjut tersedia pada Natal halaman.
24. Desember 31
New Year’s Eve (omisoka): 31 Desember bukan hari libur nasional. Informasi
lebih lanjut tersedia pada Tahun Baru halaman.
Jika hari libur nasional jatuh pada hari Minggu, hari Senin berikutnya juga
akan menjadi hari libur. Jika hari terletak di antara dua hari libur nasional,
hari ini juga akan berubah menjadi sebuah hari libur.
2.1.2 Perayaan Hanami
Hanami (hana wo miru = melihat bunga) atau ohanami adalah tradisi Jepang dalam
menikmati keindahan bunga, khususnya bunga sakura. Mekarnya bunga sakura
merupakan lambang kebahagiaan telah tibanya musim semi. Selain itu, hanami juga
berarti piknik dengan menggelar tikar untuk pesta makan-makan di bawah pohon
sakura. Rombongan demi rombongan berpiknik menggelar tikar dan duduk-duduk di
bawah pepohonan sakura untuk bergembira bersama, minum sake, makan makanan khas
Jepang, dan lain-lain layaknya pesta kebun. Semuanya bergembira. Ada kelompok
keluarga, ada kelompok perusahaan, organisasi, sekolah dan lain-lain.
2.1.3 Samurai
Istilah samurai, pada awalnya mengacu kepada “seseorang yang mengabdi kepada
bangsawan”. Pada zaman Nara, (710 – 784), istilah ini diucapkan saburau dan
kemudian menjadi saburai. Selain itu terdapat pula istilah lain yang mengacu
kepada samurai yakni bushi. Istilah bushi yang berarti “orang yang
dipersenjatai/kaum militer”, pertama kali muncul di dalam Shoku Nihongi, pada
bagian catatan itu tertulis “secara umum, rakyat dan pejuang (bushi) adalah
harta negara”. Kemudian berikutnya istilah samurai dan bushi menjadi sinonim
pada akhir abad ke-12 (zaman Kamakura).
2.1.4 Shogun (Sei-i Taishogun)
Shogun adalah istilah bahasa Jepang yang berarti jenderal. Dalam konteks
sejarah Jepang, bila disebut pejabat shogun maka yang dimaksudkan adalah Sei-i
Taishogun yang berarti Panglima Tertinggi Pasukan Ekspedisi melawan Orang
Biadab (istilah “Taishogun” berarti panglima angkatan bersenjata). Sei-i
Taishogun merupakan salah satu jabatan jenderal yang dibuat di luar sistem
Taiho Ritsuryo. Jabatan Sei-i Taishogun dihapus sejak Restorasi Meiji. Walaupun
demikian, dalam bahasa Jepang, istilah shogun yang berarti jenderal dalam
kemiliteran tetap digunakan hingga sekarang.
2.1.5 Baju Tradisional jepang
Baju tradisional jepang adalah kimono, kimono di bagi menjadi 2 macam yaitu
kimonowanita dan kimono pria. Kimono wanita ini masih di bagi menjadi beberapa
macam diantaranya adalah:
1. Kurotomesode: kimono paling formal dan biasanya di pakai wanita yang sudah
menikah.
2. Irotomesode: kimono yang di pakai oleh wanita dewasa yang sudah
menikah/belum menikah untuk menghadiri acara formal.
3. Furisode: adalah kimono paling formal untuk wanita muda yang belum menikah.
4. Homongi: adalah kimono formal untuk wanita, sudah menikah atau belum
menikah.
5. Iromuji: adalah kimono semiformal, namun bisa dijadikan kimono formal bila
iromuji tersebut memiliki lambang keluarga (kamon).
6. Tsukesage: Tsukesage adalah kimono semiformal untuk wanita yang sudah atau
belum menikah.
7. Komon: Komon adalah kimono santai untuk wanita yang sudah atau belum
menikah.
8. Tsumugi: adalah kimono santai untuk dikenakan sehari-hari di rumah oleh
wanita yang sudah atau belum menikah.
9. Yukata: adalah kimono nonformal yang dipakai pria dan wanita pada kesempatan
santai di musim panas, misalnya sewaktu melihat pesta kembang api, matsuri
(ennichi), atau menari pada perayaan obon.
Sedangkan kimono pria di bagi menjadi 2 yaitu: kimono formal dan kimono santai
1. Kimono formal: yaitu berupa setelan montsuki hitan dengan hakama dan haori
2. Kimono santai atau kinagashi: yaitu kimono yang di pakai sebagai pakean
sehari-ahri atau ketika keluar rumah pada kesempatan tidak resmi
2.1.6 Geisha
Geisha adalah wanita penghibur profesional yang melakukan tradisional seni
Jepang pada perjamuan.
Gadis-gadis yang ingin menjadi geisha, harus melalui pemagangan yang kaku
selama mereka belajar berbagai kesenian tradisional seperti bermain alat musik,
bernyanyi, menari, tetapi juga percakapan dan keterampilan sosial lainnya.
Di Kyoto, geisha magang disebut “maiko”.
Geisha mengenakan kimono, dan wajah mereka yang dibuat dengan sangat pucat.
Sebagai turis biasa, Anda mungkin dapat melihat seorang maiko di beberapa
distrik Kyoto, seperti Gion dan Pontocho atau di Kanazawa ‘s Higashi Geisha
Kabupaten.
2.1.7 Festival (Matsuri)
Ada banyak festival lokal (Matsuri) di Jepang karena hampir setiap kuil
merayakan salah satu sendiri. Kebanyakan festival yang diadakan setiap tahun
dan merayakan kuil itu dewa atau musiman atau peristiwa sejarah. Beberapa
festival yang diadakan selama beberapa hari.
Festival Floats
Mikoshi
Elemen penting adalah prosesi festival Jepang, di mana lokal kuil ‘s kami
(Shinto dewa) dilaksanakan melalui kota di mikoshi (tandu). Ini adalah
satu-satunya waktu tahun ketika kami meninggalkan tempat suci untuk
dilaksanakan di seluruh kota.
Banyak juga fitur dihiasi festival mengapung (dashi), yang ditarik melalui
kota, ditemani oleh drum dan seruling musik oleh orang-orang yang duduk di
mengapung. Setiap festival memiliki karakteristik sendiri. Sementara beberapa
festival yang tenang dan meditasi, banyak yang energik dan berisik.
Di bawah berikut daftar yang tidak lengkap Jepang beberapa festival paling
terkenal. Sesuai tanggal yang tersedia di kalender acara.
Satu minggu di awal Februari
Festival Salju Sapporo
Sapporo, Hokkaido
Salju dan es yang besar patung-patung yang dibangun di pusat kota yang
terletak Odori Park selama Festival Salju Sapporo (Sapporo Yuki Matsuri).
April 14-15 dan 9-10 Oktober
Takayama Matsuri
Takayama, Gifu
Besar dan rumit dihiasi mengapung ditarik melalui kota tua Takayama.
Diadakan di musim semi dan musim gugur.
Pekan pada pertengahan Mei
Sanja Matsuri
Asakusa, Tokyo
Festival Asakusa Shrine, yang sanja Matsuri adalah salah satu dari Tokyo ‘s
tiga festival besar. Mikoshi dilakukan melalui jalan-jalan di Asakusa.
Juli
Kyoto Gion Matsuri
Kyoto
Festival Kuil Yasaka, Gion Matsuri adalah peringkat sebagai salah satu dari
tiga terbaik jepang festival, yang menampilkan lebih dari 20 meter festival
mengapung. Puncak festival berlangsung pada tanggal 17 Juli.
2-7 Agustus
Nebuta Matsuri
Aomori City, Prefektur Aomori
Fitur yang festival Nebuta Matsuri mengapung dengan lentera besar, beberapa
berukuran lebih dari 10 meter. Festival menarik beberapa juta pengunjung setiap
tahun.
3-6 Agustus
Kanto Matsuri
Akita City, Prefektur Akita
Lebih dari dua ratus bambu panjang sampai dengan 46 lentera yang melekat
pada masing-masing diimbangi oleh anggota populer ini malam festival parade.
12-15 Agustus
Awa Odori
Kota Tokushima, Prefektur Tokushima
Ini adalah yang paling terkenal banyak tarian tradisional festival yang
diselenggarakan di Jepang selama Obon musim pada pertengahan bulan Agustus.
7-9 Oktober
Nagasaki Kunchi
Kota Nagasaki, Prefektur Nagasaki
Festival Nagasaki ‘s Kuil Suwa, fitur Kunchi Nagasaki, gaya cina naga dan
mengapung berbentuk seperti kapal.
2-3 Desember
Chichibu Yomatsuri
Chichibu City, Prefektur Saitama
Malam Chichibu Festival yang dianggap sebagai salah satu dari tiga terbaik
Jepang yang menampilkan festival festival besar mengapung (Yatai). Menyoroti
festival tersebut berlangsung di malam hari 3 Desember.
2.1.8 Sumo
Sumo adalah gulat gaya Jepang dan Jepang olahraga nasional. Itu berasal dari
zaman kuno sebagai pertunjukan untuk menghibur para dewa Shinto. Banyak upacara
dengan latar belakang agama masih diikuti hari ini.
Aturan-aturan dasar sumo sangat sederhana: para pegulat yang pertama kali
menyentuh tanah dengan apa saja selain telapak kaki, atau yang meninggalkan
cincin sebelum lawan, kalah. Perkelahian berlangsung pada cincin yang tinggi,
yang disebut “dohyo”, yang terbuat dari tanah liat dan tertutup lapisan pasir.
Perkelahian sendiri biasanya hanya berlangsung beberapa detik, atau dalam kasus
yang jarang terjadi, sekitar satu menit.
Di bagian atas pegulat sumo ‘hierarki tahan Yokozuna (juara agung). Pada saat
ini, ada dua Yokozuna, Asashoryu dan Hakuho, baik dari Mongolia. Setelah
pegulat mencapai peringkat Yokozuna, ia tidak bisa kehilangan status ini tetapi
ia akan diharapkan untuk pensiun ketika hasil mulai memburuk. Banyak mantan
pegulat tetap aktif di dunia sumo sebagai anggota dari Asosiasi Sumo Jepang.
Kokugikan, sumo stadion di Tokyo Ryogoku
Kebanyakan pegulat elit sangat terlatih atlet antara 20 dan 35 tahun. Mereka
biasanya tinggal bersama di kompleks perumahan dan pelatihan, yang disebut
“kandang”, di mana semua aspek kehidupan, dari tidur dan makan untuk pelatihan
dan waktu luang, secara ketat diatur oleh pelatih, yang disebut “stabil tuan”.
Tidak ada pembatasan atau kelas berat di sumo, yang berarti bahwa pegulat dapat
dengan mudah menemukan diri mereka cocok off terhadap seseorang berkali-kali
ukuran mereka. Akibatnya, berat badan merupakan bagian penting dari pelatihan
sumo. Sumo hidangan yang khas, chanko Nabe, sup sehat adalah yang penuh dengan
sayuran, daging dan ikan.
Enam turnamen yang diselenggarakan setiap tahun, masing-masing berlangsung 15
hari. Tiga dari turnamen yang diselenggarakan di Tokyo (Januari, Mei,
September), dan satu masing-masing di Osaka (Maret), Nagoya (Juli) dan Fukuoka
(November).
2.1.9 Pemandian Umum
Mandi umum yang besar (Ichinoyu) di Onsen Kinosaki
Di masa lalu, banyak rumah di Jepang tidak dilengkapi dengan bak mandi. Untuk
mengisi kekosongan ini, lingkungan sento (lit. uang air panas), atau mandi umum
adalah tempat di mana penduduk setempat bisa pergi untuk mencuci sendiri,
rendam dalam bak dan bersosialisasi dengan tetangga.
Dewasa ini, karena sebagian besar rumah tangga telah mereka mandi sendiri,
jumlah sento tradisional telah menurun. Namun, jenis baru mandi umum dan kamar
mandi kompleks, yang menampilkan berbagai jenis kolam renang, sauna, pusat
kebugaran, dan lain-lain telah muncul, beberapa di antaranya lebih menyerupai
taman hiburan dari rumah mandi yang sederhana.
Beberapa sento, biasanya dalam air panas kota resor, memanfaatkan air panas
alami di air untuk mandi. Dalam hal ini, mereka dianggap sebagai Onsen mandi.
Pemandian umum yang tidak disediakan oleh mata air panas, gunakan air keran
dipanaskan gantinya.
Lingkungan kecil di Nozawa sento Onsen Onsen
Pemandian umum (publik bahwa siapa pun dapat menggunakannya sebagai lawan mandi
pribadi dari Ryokan dan hotel yang mungkin hanya terbuka untuk tamu) dapat
ditemukan di seluruh Jepang dan biaya biasanya 200-2.000 yen. Beberapa,
ditemukan di kota-kota besar, buka 24 jam dengan tarif semalam khusus, dan
dapat digunakan sebagai alternatif anggaran akomodasi.
Dengan pengecualian beberapa gaya taman mandi kompleks, pemandian umum yang
dipisahkan oleh jender dan pakaian renang tidak dipakai. Informasi lebih lanjut
tentang aturan mandi dapat ditemukan di sini.
Mandi dari Satonoyu di Kinsosaki Onsen
Sento di Onsen Yunotsu Town
10 Musik Tradisional
Ada beberapa jenis tradisional, musik Jepang (hogaku). Beberapa yang paling
penting tercantum di bawah ini:
1. Gagaku:
Musik istana kuno dari Cina dan Korea. Ini adalah jenis tertua Jepang, musik
tradisional.
2. Biwagaku:
Musik yang dimainkan dengan Biwa, semacam gitar dengan empat senar.
3. Nohgaku:
Musik dimainkan selama Noh pertunjukan. Pada dasarnya terdiri dari paduan
suara, para Hayashi seruling, yang Tsuzumi drum, dan instrumen lainnya.
4. Sokyoku:
Musik yang dimainkan dengan Koto, sejenis sitar dengan 13 string. Kemudian juga
ditemani oleh Shamisen dan Shakuhachi.
5. Shakuhachi:
Musik yang dimainkan dengan Shakuhachi, seruling bambu yang sekitar 55 cm. Nama
seruling panjang adalah Shaku dinyatakan dalam satuan Jepang tua panjang.
6. Shamisenongaku:
Musik yang dimainkan dengan Shamisen, semacam gitar dengan hanya tiga senar.
Kabuki dan Bunraku pertunjukan yang disertai dengan shamisen.
7. Minyo:
Lagu-lagu rakyat Jepang.
2.1.11 Upacara MinumTeh
Upacara minum teh (sado: “jalan teh”) adalah cara untuk mempersiapkan upacara
dan minum teh. Kebiasaan telah sangat dipengaruhi oleh Zen Buddhisme.
Sekarang ini, upacara minum teh adalah hobi yang relatif populer. Banyak orang
Jepang, yang tertarik budaya mereka sendiri, upacara minum teh pelajaran.
Upacara minum teh tradisional Jepang yang diadakan di ruang di pusat-pusat
komunitas budaya atau rumah-rumah pribadi.
Upacara itu sendiri terdiri dari banyak ritual yang harus dipelajari oleh hati.
Hampir setiap gerakan tangan yang diresepkan. Pada dasarnya, teh pertama
disiapkan oleh tuan rumah, dan kemudian diminum oleh para tamu. Teh pahit
matcha teh hijau yang terbuat dari daun teh bubuk.
Peralatan upacara minum teh:
Beberapa instrumen yang paling penting.
(Chasen: bambu teh kuas untuk persiapan)
ALINEAPENUTUP
KESIMPULAN
1.
Jepang memiliki banyak kebudayaan yaitu Acara Tahunan,
Perayaan hanami, Samurai, Shogun, Baju tradisional jepan, Geisha, Festival
(Matsuri), Sumo, Pemandian Umum, Musik Tradisional, dan Upacara Minum Teh.
2.
Acara tahunan: Acara yang dilakukan secara rutin setiap
tahun seperti hari libur nasional Jepang dan beberapa yang paling penting acara
nasional tahunan lainnya. Selain itu, ada banyak festival tahunan lokal. Kami
event calendar dapat dimintai untuk tanggal-tanggal.
3.
Perayaan Hanami : Tradisi Jepang dalam menikmati
keindahan bunga, khususnya bunga sakura. Mekarnya bunga sakura merupakan
lambang kebahagiaan telah tibanya musim semi.
4.
Samurai : Istilah samurai, pada awalnya mengacu kepada
“seseorang yang mengabdi kepada bangsawan”. Pada zaman Nara, (710 – 784),
istilah ini diucapkan saburau dan kemudian menjadi saburai. Selain itu terdapat
pula istilah lain yang mengacu kepada samurai yakni bushi. Istilah bushi yang
berarti “orang yang dipersenjatai/kaum militer”, pertama kali muncul di dalam
Shoku Nihongi, pada bagian catatan itu tertulis “secara umum, rakyat dan
pejuang (bushi) adalah harta negara”. Kemudian berikutnya istilah samurai dan
bushi menjadi sinonim pada akhir abad ke-12 (zaman Kamakura).
5.
Shogun (Sei-i Taishogun) : Shogun adalah istilah bahasa
Jepang yang berarti jenderal. Dalam konteks sejarah Jepang, bila disebut
pejabat shogun maka yang dimaksudkan adalah Sei-i Taishogun yang berarti
Panglima Tertinggi Pasukan Ekspedisi melawan Orang Biadab (istilah “Taishogun”
berarti panglima angkatan bersenjata).
6.
Baju tradisional jepang : Baju tradisional jepang
adalah kimono. Kimono adalah pakaian tradisional Jepang. Arti harfiah kimono
adalah baju atau sesuatu yang dikenakan (ki berarti pakai, dan mono berarti
barang). Kimono di bagi menjadi 2 macam yaitu kimonowanita dan kimono pria.
7.
Geisha : Geisha adalah wanita penghibur profesional
yang melakukan tradisional seni Jepang pada perjamuan.
8.
Festival (Matsuri) : Ada banyak festival lokal
(Matsuri) di Jepang karena hampir setiap kuil merayakan salah satu sendiri.
Kebanyakan festival yang diadakan setiap tahun dan merayakan kuil itu dewa atau
musiman atau peristiwa sejarah. Beberapa festival yang diadakan selama beberapa
hari.
9.
Sumo : Sumo adalah gulat gaya Jepang dan Jepang
olahraga nasional. Itu berasal dari zaman kuno sebagai pertunjukan untuk
menghibur para dewa Shinto. Banyak upacara dengan latar belakang agama masih
diikuti hari ini.
10. Pemandian
Umum : Di masa lalu, banyak rumah di Jepang tidak dilengkapi dengan bak mandi.
Untuk mengisi kekosongan ini, lingkungan sento (lit. uang air panas), atau
mandi umum adalah tempat di mana penduduk setempat bisa pergi untuk mencuci
sendiri, rendam dalam bak dan bersosialisasi dengan tetangga.
11. Musik
Tradisional : Ada beberapa jenis tradisional, musik Jepang (hogaku). Beberapa
yang paling penting tercantum adalah: Gagaku, Biwagaku, Nohgaku, Sokyaku,
Shakuhachi, Shamisenongaku, dan Minyo.
12. Upacara
MinumTeh : Upacara minum teh (sado: “jalan teh”) adalah cara untuk
mempersiapkan upacara dan minum teh. Kebiasaan telah sangat dipengaruhi oleh
Zen Buddhisme.
TUGAS 3.2
ALINEA NARATIF,Alinea
naratif adalah alinea yang bertujuan untuk menceritakan suatu peristiwa atau
kejadian sehingga pembaca seolah-olah mengalami dan masuk kedalam kejadian
tersebut.
Pada
tanggal 3 November, disekolahan kami menggelar festival Hari Kebudayaan atau
yang biasa disebut “Bunka no hi” kami
semua sangat gembira terelebih lagi ini adalah festival terakhir yang bisa kami
ikuti disekolah ini karena musim semi
tahun depan adalah waktu kami untuk mengejar impian kami masing, kami akan
menempuh jalan yang berbeda-beda untuk menggapai cita-cita. Di festival budaya
ini, banyak teman-teman dari kelas lain yang menujukkan kreativitas mereka
contohnya dengan membuka Maid café untuk adik kelas, membuka stand makanan dan
masih banyak keseruan lainnya. Kelas kami pun tidak kalah, kami membuat
berbagai macam games dan membuat semacam gantungan kunci untuk dibagi-bagikan
kepada semua orang agar menjadi kenang-kenangan, difestival ini kami semua
diwajibkan memakai yukata karena sudah sewajarnya setiap ada festival, sekolah
kami selalu mewajibkan murid-muridnya untuk memakai pakaia tradisional jepang
tersebut. Tanpa terasa festival sudah mencapai puncak acaranya yaitu
pertunjukkan kembang api atau yang biasa
disebut “Hanabi”, seetelah
pertunjukkan kembang api selesai, kami semua bergegas pulang kerumah
masing-masing dengan turunnya salju, udara saat itu sedikit menjadi lebih
dingin, kami menggunakan mantel untuk menghangatkan tubuh dan berjalan pulang
kerumah.
ALINEA
DESKRIKTIF, Alinea deskriktif adalah alinea yang bertujuan menggambarkan sebuah
objek menjadi nyata agar pembaca seolah-olah melihat sendiri objek yang di
gambarkan penulis.
Okinawa,
Okinawa adalah pulau paling selatan di negara Jepang. Dengan pantainya yang
indah serta angin yang menyejukkan walaupun cuaca sedang panas. Pantai di
okinawa adalah pantai dengan iklim subtropis,tempat tersebut adalah salah satu
tempat terbaik bila ingin memanjakan mata dengan pemandangan yang indah, gulungan
ombak yang tidak terlalu besar, sangat bagus untuk dijadikan tempat foto,
disebelah timur pantai kita bisa temukan kapal-kapal nelayan yang sedang
disiapkan untuk paranrlayan mencari ikan, dipantai ini kita juga bisa menikmati
dagin panggang, jagung bakar, dan masih banyak tempat penjual makanan. Bukan
hanya tempat berjualan makanan, disana juga ada berbagai macam oleh-oleh khas
Okinawa yang dijual seperti miniatur kapal nelayan, gantungan kunci, yukata,
dan ada juga miniatur pulau Okinawa itu sendiri. Pada malam hari di Okinawa juga
sering diadakan acara music dari berbagai band dan idol nasional jepang, dan
biasanya pertunjukkan musik ditutup dengan kembang api. Di Okinawa juga banyak
tempat menginap dari yang murah hingga yang mahal,dan tempat yang paling
special adalah hotel yang menghadap kelaut, jadi ketika kita membuka jendela
kamar, kita dapat melihat dan mendengar gemuruk ombak dari lautan.
ALINEA EKSPOSISI, Alinea eksposisi
adalah alinea yang bertujuan menyampaikan sejumlah informasi atau pengetahuan
agar pambaca dapat menambah wawasan.
Pulau Okinawa “Okinawa-honto” merupakan bagian dari
kepulauan Ryukyu di Jepang, adalah pulau terbesar di kepulauan Okinawa, pulau
dengan luas 1.201 km persegi dan mempunyai jarak kira-kira 640 km sebelah
selatan pulau utama Jepang, okinawa adalah tempat kelahiran seni beladiri
karate. Bagian ujung selatan pulau ini berasaldari terumbu karang yang
terangkat. Sementara itu bagian utara pulau sebagian besar terdiridaribatuan
beku. Dibagian selatan pulau terdapat gua-gua karena kondisi batuan dari batu
gamping yang mudah tererosi. Salah satu gua yang terkenal adalah Gyokusendo di
Nanjo. Gua yang panjangnya 850 m ini dibuka untuk wisatawan. Pulau Okinawa
beriklim subtropis. Hutan dibagian utara pulau sangat lebat. Musim hujan
terjadi pada akhir musim semi. Okinawa utara adalah bagian pulau yang masih
alami, Okinawa utara merupakan daerah wisata dan terdapat banyak hotel dan
resort. Bagian tengah pulau Okinawa diramaikan oleh kota-kota besar dan kecil.
Keberadaan pangkalan amerika serikat membuat budaya camuran Okinawa-amerika
berkembang di wilayah ini. Di Okinawa selatan terdapat ibukota Naha,bekas
ibukota Shuri, dan situs wista sejarah seperti gua-gua peninggalan perang dunia
II terdapat di bagian selatan pulau ini.
Berikut ini adalah tempat-tempat wisata di pulau Okinawa
Okinawa utara
-
Ocean expo park
-
Akuarium Churaumi Okinawa
-
Istana Nakijin
-
Tanjung Manza
-
Moon Beach
-
Hedo-Misaki
Okinawa
tengah
-
Istana Nakagusuku
-
Istana Katsuren
-
Mercusuar Tanjung Zanpamisaki
-
Mihama town resort American village
Okinawa selatan
-
Istana Shuri
-
Kokusai-dori
-
Bekas markas besar bawah tanah angkatan laut
kekaisaran jepang
-
Museum perdamaian Himeyuri
-
Museum perdamaian prefektur Okinawa
-
Gyokusendo
-
Seifa-utaki
ALINEA
ARGUMENTATIF, Alinea argumentatif adalah alinea yang bertujuan untuk memaparkanbukti,
contoh dan alasan yang kuat serta meyakinkan dengan tujuan membuat pembaca
membenarkan sikap, pernyataan, dan apa yang kita tulis.
Pulau
Okinawa sudah menjadi destinasi wisata yang wajib dikunjungi bila kita
berwisata ke jepang, namun banyak juga wisatawan yang sedikit takut apabila
berkunjung ke Okinawa dikarenakan akhir-akhir ini jepang sudah beberapa kali
dilanda bencana tsunami yang menewaskan banyak warga namun meskipun begitu, untuk
negara maju seperti jepang, merekabisa memperbaiki tempat yang hancur dalam
waktu singkat, dan untuk ketakutan masyarakat ataupun wisatawan yang pergi ke
Okinawa saya pikir sebaiknya kita tidak usah takut akan hal seperti itu karena
di jepang mereka mempunyai alat yang cukup canggih untuk mendeteksi bencana
yang akan datang beberapa hari kedepan, jadi selama kita melakukan persiapan
dan tidak lupa berdoa, mudah-mudahan selama liburan tidak
akan terjadi apa-apa, dan ada baiknya juga kita harus memantau perkembangan
cuaca di daerah tersebut.
ALINEA PERSUASIF,
Alinea persuasif adalah alinea yang bertujuan untuk meyakinkan dan membujuk
pembaca agar melakukan sesuatu yang dikehendaki penulis.
Jepang
terkenal sebagai negara kepulauan sama seperti Indonesia tapi beda nya Jepang
sudah menjadi negara maju, namun disamping itu persahabatan Jepang dengan
Indonesia sudah sangat erat dibuktikan dengan banyaknya festival-festival yang
bertemakan Jepang di Indonesia, di negara Jepang itu sendiri juga mulai banyak
mengadakan festival bertemakan Indonesia dan tidak jarang juga pengisi acara
tersebut adalah orang-orang asli Indonesia dan budaya-budaya Indonesia yang
dibawakan oleh orang Jepang. Terlebih lagi sekarang pemerintah di kedua negara
ini menerapkan bebas visa bagi orang Indonesia yang ingin berkunjung ke negara
Jepang begitu juga sebaliknya, maka dari itu untuk mempererat hubungan kedua
negara tersebut mari kita berkunjung ke Jepang.