Pengambilan keputusan dalam
organisasi
Nama: Nurfahmi rasyid
Npm: 16113653
Kelas: 2KA29
- Definisi dan Dasar pengambilan
keputusan F Menurut George R. Terry : pengambilan keputusan adalah pemilihan
alternatif perilaku (kelakuan) tertentu dari dua atau lebih alternatif yang
ada. Pengambilan keputusan itu sendiri suatu cara yang digunakan untuk
memberikan suatu pendapat yang dapat menyelesaikan suatu masalah dengan cara /
teknik tertentu agar dapat lebih diterima oleh semua pihak. Masalahnya telebih
dahulu harus diketahui dan dirumuskan dengan jelas, sedangkan pemecahannya
harus didasarkan pemilihan alternatif terbaik dari alternatif yang ada.
Dasar Pengambilan Keputusan :
Menurut George R. Terry, dasar-dasar pengambilan keputusan adalah :
1. Intuisi : Suatu proses bawah
sadar/tdk sadar yang timbul atau tercipta akibat pengalaman yang terseleksi.
Pengambilan keputusan yang berdasarkan atas intusi atau perasaan memiliki sifat
subjektif, sehingga mudah terkena pengaruh.
A. Segi positif dalam pengambilan keputusan
berdasarkan intusi adalah : · Waktu yang digunakan untuk mengambil keputusan
relatif lebih pendek. · Untuk masalah yang pengaruhnya terbatas, pengambilan
keputusan akan memberikan kepuasan pada umumnya. · Kemampuan mengambil
keputusan dari peng-ambil keputusan itu sangat berperan, dan itu perlu dimanfaatkan
dengan baik.
B. Segi negatif dalam pengambilan
keputusan berdasarkan intusi adalah : · Keputusan yang dihasilkan relatif
kurang baik. · Sulit mencari alat pembandingnya, sehingga sulit diukur
kebenaran dan keabsahannya. · Dasar-dasar lain dalam pengambilan keputusan
seringkali diabaikan. ·
2. Pengalaman : Pengambilan
keputusan berdasarkan pengalaman memiliki manfaat bagi pengetahuan praktis.
Karena pengalaman seseorang dapat mempekira-kan keadaan sesuatu, dapat
memperhitungkan untung ruginya, baik-buruknya keputusan yang akan dihasilkan.
Karena pengalaman, seseorang yang menduga masalahnya walaupun hanya dengan
melihat sepintas saja mungkin sudah dapat menduga cara penyelesaiannya.
3. Fakta : Pengambilan keputusan
berdasarkan fakta dapat memberikan keputusan yang sehat, solid, dan baik.
Dengan fakta, maka tingkat kepercayaan terhadap pengambilan keputusan dapat
lebih tinggi, sehingga orang dpt menerima keputusan-keputusan yang dapat dibuat
dengan rela dan lapang dada.
4. Wewenang : Pengambilan keputusan
berdasarkan wewenang biasanya dilakukan oleh pim-pinan terhadap bawahannya atau
orang yang lebih tinggi kedudukannya kepada orang lebih rendah kedudukannya.
Pengambilan keputusan berdasarkan
we-wenang juga memiliki beberapa kelebihan dan kelemahan.
A. Segi positif dalam pengambilan
keputusan berdasarkan wewenang adalah : · Kebanyakan penerimanya adalah
bawahan, terlepas apakah penerimaan tsb secara su-karela ataukah terpaksa. ·
Keputusannya dapat dapat bertahan dalam jangka waktu yg cukup lama. · Memiliki
otentisitas (otentik).
B. Segi negatif dalam pengambilan
keputusan berdasarkan wewenang adalah : · Dapat menimbulkan sifat rutinitas. ·
Mengasosiakan dengan praktek dictatorial. · Sering melewati permasalahan yg
seharus-nya dipecahkan sehingga dapat menimbul-kan kekaburan.
5. Rasional : Pada pengambilan
keputusan yg berdasar-kan rasional, keputusan yg dihasilkan ber-sifat objektif,
logis, lebih transparan, kon-sisten untuk memaksimumkan hasil atau nilai dalam
batas kendala tertentu, shg dpt dikatakan mendekati kebenaran atau se-suai dgn
apa yg diinginkan. Ada beberapa hal yg harus diperhatikan dalam pengambilan
keputusan secara rasional :
a. Kejelasan masalah.
b. Orientasi tujuan.
c. Pengetahuan alternative.
d. Preferensi yang jelas.
e. Hasil maksimal. - Jenis-Jenis
keputusan organisasi
1. Berdasarkan program atau
regularitas :
A. Pengambilan keputusan terprogram
atau terstruktur, yaitu pengambilan keputusan yang sifatnya rutinitas,
berulang-ulang, dan cara menanganinya telah ditentukan.
B. Pengambilan Keputusan Tidak
Terprogram : (Tidak Terstruktur) adalah pengambilan keputusan yang tidak rutin
dan sifatnya unik sehingga me-merlukan pemecahan khusus.
2. Berdasarkan Tingkat
Kepentingannya : Pada umumnya suatu organisasi memiliki hie-rarki manajemen. Secara
klasik, hierarki ini terbagi 3 (tiga) tingkatan, yaitu :
A. Manajemen Puncak yang berkaitan
dengan masalah perencanaan yang bersifat strategis (strategic planning).
B. Manajemen Menengah, yaitu
menangani permasalahan kontrol/pengawasan yang sifat pekerjaannya lebih banyak
pada masalah administrasi.
C. Manajemen operasional, yaitu
berkaitan dengan kegiatan operasional (kegiatan operasi harian).
3. Berdasarkan Tipe Persoalan :
A. Keputusan internal jangka pendek,
yaitu keputusan yang berkaitan dengan kegiatan rutin/operasional .
B. Keputusan internal jangka
panjang, yaitu keputusan yang berkaitan dengan permasalahan organisasional.
Keputusan Eksternal Jangka Pendek, yaitu kepu-tusan yang berkaitan dengan semua
persoalan yg berdampak dgn lingkungan dalam rentang waktu yang relatif pendek.
C. Keputusan Eksternal Jangka
Panjang, yaitu kepu-tusan yg berkaitan dengan semua persoalan dgn lingkungan
dalam rentang waktu yg relatif panjang.
4. Berdasarkan lingkungannya :
A. Pengambilan keputusan dalam
kondisi pasti, yaitu pengambilan keputusan dimana berlangsung hal-hal : ·
Alternatif yg harus dipilih hanya memiliki satu konsekuensi/jawaban/hasil. ·
Keputusan yg diambil didukung oleh informasi/data yg lengkap. · Dalam kondisi
ini, pengambil keputusan secara pasti mengetahui apa yg akan terjadi di masa yg
akan datang. · Biasanya selalu dihubungkan dengan keputusan yang menyangkut
masalah rutin. · Pengambilan keputusan seperti ini dapat ditemui dalam
kasus/model yg beresifat deterministik. B. Pengambilan Keputusan dalam kondisi
resiko, adalah pengambilan keputusan dimana berlangsung hal-hal : · Alternatif
yg dipilih mengandung lebih dari satu kemungkinan hasil. · Pengambilan
keputusan memiliki lebih dari satu alternatif tindakan. · Diasumsikan bahwa
pengambilan keputusan mengetahui peluang yg akan terjadi terhadap berbagai
tindakan dan hasil. · Resiko terjadi karena hasil pengumpulan keputusan tidak
dapat diketahui dengan pasti. · Pada kondisi ini ada informasi atau data yang
akan mendukung dlm membuat keputusan. · Teknik pemecahannya menggunakan konsep
probabilitas.
C. Pengambilan Keputusan dalam
kondisi tidak pasti, yaitu pengambilan keputusan dimana : · Tidak diketahu sama
sekali hal jumlah kondisi yang mungkin timbul serta kemungkinan-kemungkinan
munculnya kondisi-kondisi tsb. · Pengambilan keputusan tdk dapat menentukan
probabilitas terjadinya berbagai kondisi atau hasil yg keluar. · Pengambil
keputusan tidak mempunyai pengetahuan atau informasi lengkap mengenai peluang
terjadinya bermacam-macam keadaan tsb. · Hal yg akan diputuskan biasanya
relatif belum pernah terjadi. · Teknik pemecahannya adalah menggunakan beberapa
metode/kreteria.
D. Pengambilan Keputusan dalam
kondisi Konflik adalah pengambilan keputusan dimana : · Kepentingan dua atau
lebih pengambil keputusan saling bertentangan dalam situasi persaingan. ·
Pengambil keputusan saling bersaing dengan pengambil keputusan lainnya yg
rasional. · Pengambil keputusan bertindak sbg pemain dalam suatu permainan. ·
Teknik pemecahannya adalah menggunakan teori permainan.
- Faktor-Faktor yang mempengaruhi
keputusan Menurut Terry (1989) faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam
mengambil keputusan sebagai berikut:
1) hal-hal yang berwujud maupun
tidak berwujud, yang emosional maupun rasional perlu diperhitungkan dalam pengambilan
keputusan.
2) setiap keputusan nantinya harus
dapat dijadikan bahan untuk mencapai tujuan organisasi.
3) setiap keputusan janganlah
berorientasi pada kepentingan pribadi, perhatikan kepentingan orang lain.
4) jarang sekali ada 1 pilihan yang
memuaskan.
5) pengambilan keputusan merupakan
tindakan mental. Dari tindakan mental ini kemudian harus diubah menjadi
tindakan fisik.
6) pengambilan keputusan yang
efektif membutuhkan waktu yang cukup lama.
7) diperlukan pengambilan keputusan
yang praktis untuk mendapatkan hasil yang baik.
8) setiap keputusan hendaknya
dikembangkan, agar dapat diketahui apakah keputusan yang diambil itu betul.
9) setiap keputusan itu merupakan
tindakan permulaan dari serangkaian kegiatan berikutnya. - Implikasi manajerial
1.Gaya pengambilan keputusan
2.Gaya Direktif (Pengarahan) adalah
Suatu gaya pengambilan keputusan dengan ambiguitas/ketidakjelasan yang rendah
dan cara berpikirnya yang rasional
3.Gaya Analitis adalah suatu gaya
pengambilan keputusan dengan toleransi yang tinggi terhadap
ambiguitas/ketidakjelasan dan cara berpikirnya rasional
4.Gaya Konseptual adalah suatu gaya
pengambilan keputusan dengan toleransi yang tinggi untuk ambiquitas
/ketidakjelasan dan cara berpikir intuitif yang tinggi juga
5. Gaya Perilaku adalah suatu gaya
pengambilan keputusan dengan toleransi yang rendah untuk
ambiquitas/ketidakjelasan dengan cara berpikir intuitif yang tinggi Sumber:
http://candra-zulisman.blogspot.com/2013/04/dasar-pengambilan-keputusan-jenis-jenis.html
http://myblogsoniaregina.blogspot.com%2F2013%2F04%2Fpengambilan-keputusan-dalam-organisasi.html
http://www.mdp.ac.id/materi/2010-2011-2/SI348/052103/SI348-052103-772-3.ppt