Ketika saya
duduk di Madrasah Aliyah, kegiatan ektrakurikuler yang ada di sekolah saya
hanya sedikit diantaranya Paskibra, PMR, Rohis, dan Pramuka. Keempat
ekstrakurikuler tersebut menjadi primadona di sekolah. Nah, suatu ketika saya
melihat senior latihan ekstrakurikuler pramuka. Latihannya pun seru selain
diajarkan cara menggunakan kode morse, tali temali untuk menjadi sebuah tandu,
dan lain sebgainya. Kegiatan pramuka yang penulis amati saat teman berlatih
juga ada kegiatan permainan ke kompakan. Dari sanalah saya berminat untuk
mengikuti kegiatan pramuka.
Kegiatan
pramuka saat tidak hanya pertemuan seminggu sekali. Kegiatan pramuka saat itu
juga terkadang mengadakan kemah pelantikan anggota baru yang diadakan bersama
anggota pramuka dari sekolah lain. Kegiatan pramuka tidak sekedar mengenal
sandi-sandi ataupun berkutat pada pembuatan simpul tali tetapi disini kita juga
diajarkan bagaimana seorang anak untuk menjadi pribadi yang mandiri dan tidak
manja. Menjadi seorang pramuka merupakan kebanggan karena kita juga dilatih
menjadi pemimpin. Pemimpin dalam suatu kelompok. Saya waktu iu ditunjuk sebagai
Ketua panitia pelantikan Bantara di sekolah, dan menjadi panitia suaatu
pelantikan atau kemah itu amatlah susah, kita harus menyiapkan segalanya, mulai
dari tmpat, konsumsi, transport dan lain-lain.
Namun, saat ini
kegiatan kepramukaan di sekolah-sekolah kurang diminati peserta didik. Banyak
anak sekolah memilh ekstrakurikuler lain yang lebih terkesan modern seperti
marching band, dance kontemporer, band, capoera, dan lain sebaginya. Pramuka
bukanlah ekstrakurikuler yang jadul atau kuno. Malahan jika kita bergabung
menjadi seorang pramuka, banyak sekali ilmu dan manfaat yang dapat kita terima.
Ibaratnya dengan bergabung menjadi pramuka softskill kita akan terasah dengan
sendirinya.