Senin, 29 September 2014

Pengalaman Organisasi (Pramuka)

Ketika saya duduk di Madrasah Aliyah, kegiatan ektrakurikuler yang ada di sekolah saya hanya sedikit diantaranya Paskibra, PMR, Rohis, dan Pramuka. Keempat ekstrakurikuler tersebut menjadi primadona di sekolah. Nah, suatu ketika saya melihat senior latihan ekstrakurikuler pramuka. Latihannya pun seru selain diajarkan cara menggunakan kode morse, tali temali untuk menjadi sebuah tandu, dan lain sebgainya. Kegiatan pramuka yang penulis amati saat teman berlatih juga ada kegiatan permainan ke kompakan. Dari sanalah saya berminat untuk mengikuti kegiatan pramuka.
Kegiatan pramuka saat tidak hanya pertemuan seminggu sekali. Kegiatan pramuka saat itu juga terkadang mengadakan kemah pelantikan anggota baru yang diadakan bersama anggota pramuka dari sekolah lain. Kegiatan pramuka tidak sekedar mengenal sandi-sandi ataupun berkutat pada pembuatan simpul tali tetapi disini kita juga diajarkan bagaimana seorang anak untuk menjadi pribadi yang mandiri dan tidak manja. Menjadi seorang pramuka merupakan kebanggan karena kita juga dilatih menjadi pemimpin. Pemimpin dalam suatu kelompok. Saya waktu iu ditunjuk sebagai Ketua panitia pelantikan Bantara di sekolah, dan menjadi panitia suaatu pelantikan atau kemah itu amatlah susah, kita harus menyiapkan segalanya, mulai dari tmpat, konsumsi, transport dan lain­-lain.
Namun, saat ini kegiatan kepramukaan di sekolah-sekolah kurang diminati peserta didik. Banyak anak sekolah memilh ekstrakurikuler lain yang lebih terkesan modern seperti marching band, dance kontemporer, band, capoera, dan lain sebaginya. Pramuka bukanlah ekstrakurikuler yang jadul atau kuno. Malahan jika kita bergabung menjadi seorang pramuka, banyak sekali ilmu dan manfaat yang dapat kita terima. Ibaratnya dengan bergabung menjadi pramuka softskill kita akan terasah dengan sendirinya.